Profil

Sejarah Singkat Kesdam XIII/Merdeka

kesdamxiiimerdeka-tniad.id_Pengaktifan kembali Kodam XIII/Merdeka merupakan peralihan kodal dari Kodam VII/Wirabuana. Gedung Mako baru Kodam XIII/Merdeka kini berdiri kokoh dan representatif di jalan 14 Februari, Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara. Pengaktifan Kodam XIII/Merdeka didahului dengan kajian yang bersifat strategis.

Markas Kodam XIII/Merdeka yang baru setelah peresmian pengaktifan kembali oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono pada tanggal 20 Desember 2016 di Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea Kota Manado.

Sejak  tahun  2012  Kodam  VII/Wirabuana  melakukan  kajian tentang rencana pengaktifan kembali Kodam XIII/ Merdeka. Banyak pertimbangan strategis yang melatar belakangi rencana pengaktifannya. Perkembangan regional dan nasional dengan segala dinamikanya saat ini menjadi salah satu bahan pertimbangan yang dianalisis secara matang dan saksama. Wilayah Sulawesi Utara merupakan wilayah yang memiliki nilai strategis bagi Indonesia. Sebab di sekitar wilayah tersebut terdapat Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II di sebelah Barat dan ALKI III di sebelah Timur. Selain itu, di wilayah Sulawesi Utara juga terdapat beberapa pulau terdepan dan terluar (puter) yang berbatasan dengan negara tetangga Filipina. Kondisi ini secara geografis memiliki kerawanan terhadap gangguan dan ancaman atas kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wilayah perairan Sulawesi bagian Utara dapat menjadi pintu gerbang masuknya musuh secara infiltratif maupun invasif dari negara lain ke dalam wilayah NKRI. Kerawanan tersebut perlu mendapat perhatian yang serius agar tidak menjadi titik lemah terhadap pertahanan negara. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk mengeliminasi setiap potensi ancaman yang setiap saat dapat terjadi. Jenis ancaman lainnya yang dapat mengganggu stabilitas negara adalah gerakan radikalisme, aksi terorisme, dan konflik komunal. Mencermati hakikat ancaman saat ini dan karakteristik wilayah Sulawesi bagian Utara pada khususnya, serta rentang kendali organisasi, efisiensi dan efektivitas pembinaan satuan dan tampilan satuan tempur (Satpur) dan bantuan tempur (Banpur), maka pengaktifan kembali Kodam XIII/Merdeka merupakan bagian integral dari sistem perencanaan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat.

Perkembangan lingkungan strategis dan dinamika ancaman yang semakin kompleks dewasa ini, menuntut TNI Angkatan Darat untuk melakukan pengembangan kekuatan, khususnya di tingkat Kodam, sebagai satuan kewilayahan sekaligus kompartemen strategis TNI sehingga pelaksanaan tugas pertahanan dan pemberdayaan wilayah dapat lebih optimal.

Dasar hukum pengaktifan kembali Kodam XIII/Merdeka adalah Peraturan Panglima TNI Nomor 45 Tahun 2016 tanggal 13 Oktober 2016 tentang Pembentukan dan Pengesahan Kodam   XIII/Merdeka   dan   Kodam   XVIII/Kasuari, dan Peraturan Kasad Nomor 33 Tahun 2016 tanggal 24 Oktober 2016 tentang Pembentukan dan Pengesahan Kodam XIII/Merdeka dan Kodam XVIII/ Kasuari berikut Satuan jajarannya.

Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor : Kep/830/X/2016 tanggal 10 Oktober 2016, diangkat atau ditunjuk Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. sebagai Panglima Kodam XIII/Merdeka “Jaya Sakti”.  Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti menandatangani naskah penyerahan satuan yang menjadi wilayah Kodam XIII/Merdeka dihadapan   Kasad Jenderal TNI Mulyono  pada  upacara  peresmian  pengaktifan  kembali Kodam XIII/Merdeka (20 Desember 2016). Sesuai dasar tersebut di atas, maka pada tanggal 20 Desember 2016, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono meresmikan pengaktifan kembali Kodam XIII/ Merdeka yang ditandai dengan penyerahan pataka Kodam XIII/Merdeka dan pelantikan Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. sebagai Panglima Kodam XIII/Merdeka “Jaya Sakti” yang pertama.

Seiring dengan perjalanan dan perjuangan Kodam XIII/Mdk, Kesehatan Daerah Militer XIII/Mdk merupakan suatu badan pelaksana kodam dan satu kesatuan yang menyelenggarakan pembinaan kesehatan untuk mendukung tugas pokok TNI AD khususnya Kodam XIII/Mdk, dimana wewenang dan tanggung jawab pembinaan kesehatan yang dilaksanakan meliputi instansi-instansi serta kesatuan militer dan unit-unit khusus militer yang ditempatkan dalam wilayah tanggung jawab Kodam XIII/Mdk untuk itu Kesdam XIII/Mdk mempunyai wewenang dan tanggung jawab pengendalian dan pengawasan teknis medis pada kesatuan-kesatuan sampai dengan  wilayah di eselon bawah yaitu Korem, Kodim, Brigif ,dan Batalyon. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya  ke satuan bawah dibantu oleh RS TK II RW Monginsidi, Denkesyah 13.04.01 Manado, Denkesyah 13.04.02 Palu, Rumah Sakit TK III Sindhutrisno Palu, Rumah Sakit TK IV dr Yanto SpOT Poso, Rumkitban 13.08.01 Gorontalo, Rumkitban 13.08.02 Kotamobagu, Rumkitban 13.08.03 Toli-Toli , dan satuan-satuan setingkat polkes, poskes dan kesyon.

Menilai keadaan geografi yang luas yang meliputi daerah Sulawesi Utara , Gorontalo dan Sulawesi Tengah serta sesuai dengan kebutuhan dan mengingat lokasi Kesdam XIII/Mdk, maka telah di tempatkan beberapa fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) guna mendukung kebutuhan dasar prajurit, PNS dan keluarga yang tersebar di wilayah sebagai berikut :

  1. Rumkit Tk. IV dr.Yanto, Sp.OT Poso
  2. Rumkitban 13.08.01 Gorontalo
  3. Rumkitban 13.08.02 Kotamobagu
  4. Rumkitban 13.08.03 Toli-Toli
  5. Poskes 13.10.01 Manado
  6. Poskes 13.10.02 Tondano
  7. Poskes 13.01.03 Luwuk Banggai
  8. Polkes Denkesyah 13.04.02 Palu
  9. Polkes 13.09.01 Satal
  10. Polkes Secata Rindam XIII/Merdeka
  11. Polkes Brigif 22/Oms
  12. Polkes Yonif 711/Rks
  13. Polkes Yonif 712/Wt
  14. Polkes Yonif 713/St
  15. Polkes Yonif 714/Sm
  16. Polkes Yonif 715/Mtl
  17. Polkes Denzipur 4/Ykn

Kepala Kesdam XIII/Merdeka.

  1. Kakesdam XIII/Mdk periode 2016 s.d. 2020       :   Kolonel Ckm dr.Benny Untu,Sp.M
  2. Kakesdam XIII/Mdk periode 2020 s,d sekarang :   Kolonel Ckm dr. Ponco Darmono, Sp.B

Kesdam XIII/Merdeka diaktifkan kembali berdasarkan Peraturan Panglima TNI No.  45 Tahun 2016 tanggal 13 Oktober 2016 tentang Pembentukan dan Pengesahan Kodam   XIII/Merdeka   dan   Kodam   XVIII/Kasuari, dan Peraturan Kasad No. 33 Tahun 2016 tanggal 24 Oktober 2016 tentang Pembentukan dan Pengesahan Kodam XIII/Merdeka dan Kodam XVIII/Kasuari  berikut  Satuan  jajarannya.  Kakesdam XIII/Mdk yang pertama Kolonel Ckm dr. Benny Untu, Sp.M. Kemudian berdasarkan Surat Perintah Pangdam XIII/Mdk Nomor Sprin/2500/X/2020 tanggal 26 Oktober 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan/kesatuan di lingkungan Kodam XIII/Mdk, diangkat atau ditunjuk Kolonel Ckm dr. Ponco Darmono, Sp.B. sebagai Kepala Kesdam XIII/Merdeka menggantikan Kolonel Ckm dr. Benny Untu, Sp.M

SAPTA MARGA

  1. Kami Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila.
  2. Kami Patriot Indonesia, pendukung serta pembela Ideologi Negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah.
  3. Kami Kesatria Indonesia, yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.
  4. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia, adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia.
  5. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia, memegang teguh disiplin, patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan Prajurit.
  6. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia, mengutamakan keperwiraan di dalam melaksanakan tugas, serta senantiasa siap sedia berbakti kepada Negara dan Bangsa.
  7. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia, setia dan menepati janji serta Sumpah Prajurit.

SUMPAH PRAJURIT

  1. Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Bahwa saya akan tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan.
  3. Bahwa saya akan taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan.
  4. Bahwa saya akan menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Tentara dan Negara Republik Indonesia.
  5. Bahwa saya akan memegang segala rahasia Tentara sekeras-kerasnya.

8 WAJIB TNI

  1. Bersikap ramah tamah terhadap rakyat.
  2. Bersikap sopan santun terhadap rakyat.
  3. Menjunjung tinggi kehormatan wanita.
  4. Menjaga kehormatan diri dimuka umum.
  5. Senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaannya.
  6. Tidak sekali-kali merugikan rakyat.
  7. Tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat.
  8. Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.